Perhatikan 7 Cara Membuat Visa Schengen Agar Lolos Verifikasi

Eropa merupakan Benua yang diimpikan banyak orang. Berkunjung ke Eropa tentu menjadi mimpi tersendiri. Bagi para traveler, jelajah Eropa merupakan hal yang begitu menyenangkan. Untuk mendukung perjalanan seseorang dalam bepergian antar negara, apalagi Eropa, tidak cukup dengan pasport saja namun harus membuat visa. Visa untuk ke Eropa ini dinamakan visa Schengen. Untuk mendapatkan visa schengen perlu memperhatikan cara membuat visa schengen.

1. Perhatikan Waktu Temu Wawancara Visa

Hal pertama yang dilakukan dalam pengajuan visa schengen yaitu, mengisi formulir pendaftaran. Pengisian tersebut bisa dilakukan secara online kemudian dikirim ke email VFS Global atau datang secara langsung kesana dan menyerahkan formulir.
Setelah mengirimkan formulir secara online akan ada balasan email untuk mendapatkan nomor antian serta waktu wawancara. Perhatikan kapan waktu wawancara dilakukan. Sementara itu jika datang secara langsung pun prosedurnya tetap sama, akan diberikan nomor antian dan waktu wawancara sesuai ketentuan VFS Global

2. Berikan Informasi Negara Yang Akan Dituju

Pada saat melakukan wawancara, berikan informasi kepada petugas wawancara tentang negara mana saja yang akan dituju. Pilihlah negara yang menjadi tempat mendaratnya pesawat yang digunakan. Kemudian berikutnya, sesuaikan dengan itternity yang sudah disusun, kemana saja tujuan negara yang akan dikunjungi. Misalnya akan berkunjung ke Italia, Belanda dan Perancis.
Maka jangan lupa untuk menceritakan pula tujuan berkunjung ke negara tersebut. Biasanya dalam wawancara visa schengen diberikan pertanyaan untuk apa berkunjung ke suatu negara. Jawablah secara singkat, padat dan jelas agar petugas visa paham dan yakin.

3. Persiapkan Syarat dan Dokumen Pendukung

Dokumen pendukung berupa foto diri sebanyak 2 lembar dengan latar belakang putih dengan ukuran foto 3X4. Selain itu lengkapi pula dengan data diri berupa salinan kartu keluarga, KTP, surat nikah, dan surat keterangan kerja dari kantor.
Dokumen tersebut harus dibawa pada saat mengurus visa schengen, jangan sampai ada yang terlupa agar isa segera terproses dengan cepat.

4. Bawa Bukti Tiket Pesawat dan Penginapan

Dalam membuat visa perlu adanya dokumen pendukung lain agar visa bisa diterima. Dengan memberikan bukti konfirmasi pemesanan tiket pesawat serta pemesanan tiket menginap di negara tujuan. Jangan khawatir untuk pergantian eberangkatan, karena setelah visa selesai diberikan, maka bisa melakukan perubahan data pada pemesanan tiket pesawat maupun penginapan.

5. Melampirkan Polis Asuransi Perjalanan

Saat berkunjung ke Eropa memang wajib melampirkan polis asuransi. Negara di Eropa ini memang sangat teliti tentang kedatangan warga asingnya. Kenapa warga asing yang melancong ke Eropa wajib memiliki polis asuransi? Karena jika terjadi sesuatu di negara tersebut maka sudah ada jaminan asuransi. Inilah salah satu cara membuat visa schengen dengan adanya asuransi perjalanan. Bisa dipilih lewat agen travel atau asuransi online.

6. Mencetak Rekening Tabungan Sebagai Bukti Keuangan

Rekening tabungan sangat dibutuhkan dalam pembuatan visa. Di rekening tabungan harus ada saldo sebesar 39 euro dikalikan dengan jumlah hari tinggal di Eropa. Misalnya saja jika hanya 5 hari saja di Eropa maka harus ada saldo tabungan sebesar 195 Euro atau jika dirupihakan sekitar Rp.3.000.000,-

7. Lihat Masa Berlaku Pasport

Pastikan Pasport yang dimiliki masih berlaku. Ada batasan berlakunya Pasport yaitu 6 bulan sebelum masa pasport habis. Jika kurang dari 6 bulan biasanya tidak akan lolos verifikasi visa. Oleh karena itu, jangan sampai kehabisan waktu visa dalam mengurus pasport.

Dengan memperhatikan cara membuat visa Schengen bisa memperhatikan apa saja yang perlu dipersiapkan. Dalam mengurus banyak dokumen agar bisa sukses mendapatkan visa ke Eropa maka perhatikan dengan teliti dan sesama. Jika sudah melakukan pengajuan visa dengan baik dan benar tentunya akan lolos verifikasi visa Schengen sehingga keinginan berkunjung ke Eropa bisa terwujud.